Tepung garut dikenal sejak jaman nenek moyang kita sebagai obat maag yang sangat manjur. Baik Maag yang ringan maupun maag akut menahun dapat diatasi dengan mengkonsumsi bubur tepung garut ini. Sebagai tambahan informasi berikut saya kutip pengalaman seoraang ibu yang menggunakan tepung garut untuk obat maag : http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2012/09/02/penyelamat-asam-lambung-itu-bernama-garut.htmlPenyelamat Asam Lambung Itu Bernama ‘Garut’…
Mempunyai gangguan lambung memang sangat mengganggu. Apalagi dalam keseharian kita di sibukkan dengan segala aktivitas yang terkadang menyita jadwal makan. Selain itu pada saat melakukan perjalanan sungguh rasanya tidak nyaman. Bepergian dengan perut penuh makanan rasanya tidak enak sebaliknya bepergian dengan perut kosong malah semakin parah… nah mau di isi sedikit, lalu dalam perjalanan perut sudah protes minta di isi lagi… duh.. serba salah…Itulah yang saya rasakan selama ini. Kendala yang paling utama adalah saya mempunyai alergi terhadap makanan tertentu. Jadi semakin sulit saja rasanya. Selama ini saya selalu tergantung dengan obat-obatan yang bisa menghambat asam lambung pada saat telat makan atau kondisi dalam perjalanan.
Suatu hari dalam perjalanan ke luar kota via darat. Saya sudah persiapan obat dan membawa bekal makanan yang aman untuk alergi saya. Saya merasa aman dengan persiapan tadi… sedikit makan sebelum berangkat membuat saya merasa nyaman dalam perjalanan. Namun beberapa jam kemudian.. dasar saya paling tidak kuat dengan angin.. karena saat itu kendaraan tidak menyalakan AC, ditambah perut saya yang mulai minta di isi. Malas makan dalam perjalaan membuat saya mabok dan terpaksa harus berhenti walau saat itu waktu menunjukkan pukul 12:00 dini hari.
Sebuah rumah makan sederhana terdekat menjadi pilihan saya untuk sekedar beristirahat . Setelah vomit mengeluarkan isi perut yang terasa asam, badan saya terasa melayang. Sebelum minum obat yang bisa menetralisir asam lambung, pemilik restaurant yang sudah agak tua itu menghidangkan saya semangkuk bubur. Karena terpaksa harus di isi saya santap juga bubur yang rasanya seperti bubur sagu di campur gula jawa. Enak juga rasanya sampai saya menghabiskan semangkuk bubur sampai ludes. Sang pemilik menganjurkan saya untuk tidak meminum obat penetralisir asam lambung yang saya bawa setelah makan bubur garut yang ia buatkan. Ia menasehati saya untuk tidak sering mengkonsumsi obat maag secara berlebihan karena tidak baik untuk ginjal… haah.. benarkah?
Saya menuruti anjurannya, dan… ajaib… dalam waktu beberapa menit lambung yang melilit dan mual itu perlahan-lahan menghangat dan terasa nyaman, sementara pusing saya berangsur-angsur menghilang… wah… bubur garut? Apakah itu? Kalau Dodol Garut saya tahu…hehe…
Sesampai di rumah saya langsung membuka google untuk mencari tahu keberadaan makanan yang telah menyelamatkan saya dari bencana perjalanan. Tepung Garut adalah tepung bebas gluten yang diperoleh dari ekstrak pati tanaman garut (Maranta arundinacea L.). Tepung ini memiliki khasiat mencegah maag dan gangguan pencernaan lain serta menurunkan kadar kolesterol. Kandungan indeks glisemik tepung garut hanya 1/7 dari tepung terigu dan tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Selain itu pati tepung garut juga mudah dicerna, cocok untuk makan bayi dan manula.
Tak banyak yang tahu, tanaman yang satu ini ternyata bisa dikonsumsi sebagai pengganti gandum dan beras. Selama ini, kita sudah terjebak oleh gandum. Coba simak, sejak pagi, kita sarapan dengan roti. Agak siang sedikit di kantor atau tempat bekerja lainnya disajikan snack. Lalu kita makan siang, pergi ke resto ala kebarat-baratan. Pulang kantor sudah malam, ah, sudah capek, buat saja mie instan. Begitu hari demi hari. Belum lagi kita mendapat undangan-undangan, di sana ketemu lagi aneka masakan berbasis gandum.
Tanaman garut yang kini nyaris terlupakan di tengah gaya dan pola makan kita ini mengandung karbohidrat dan zat besi lebih tinggi dibandingkan tepung terigu dan beras giling. Sementara itu, kandungan lemaknya terendah ketimbang terigu dan beras. Kandungan kalori tepung garut pun hampir sama dengan beras dan terigu. Ini artinya garut sungguh layak dikonsumsi.
Garut, irut, harut atau patat sagu merupakan salah satu anggota suku Marantaceae. Dalam ilmu tumbuh-tumbuhan dikenal dengan nama Marantha arundinaceae L. Tanaman ini merupakan terna tegak dengan tinggi 60 – 80 cm, batang sejatinya terdapat dalam tanah, berbentuk kumparan menebal ke arah puncak. Daunnya berbentuk bundar telur hingga lanset bundar telur, berwarna hijau berbecak putih.
Umbinya berwarna putih ditutupi dengan kulit yang bersisik berwarna coklat muda, berbentuk silinder. Tanaman ini berasal dari Amerika khususnya daerah tropik, kemudian menyebar ke Negara-negara tropik lainnya seperti Indonesia, India, Sri Lanka dan Philipina. Jenis tanaman ubi-ubian ini tumbuh pada ketinggian 0 – 900 m dpl, dan tumbuh baik pada ketinggian 60 – 90 m dpl. Tanah yang lembab dan di tempat-tempat yang terlindung merupakan habitat yang terbaik.
Tanaman garut memberikan hasil yang utama berupa umbi dan mempunyai banyak kegunaan, antara lain:
- Sebagai tanaman penghias, karena keindahan daunnya.
- Direbus atau dikukus dan langsung dimakan.
- Mengandung tepung pati yang sangat halus dan mudah dicerna sehingga tepung garut banyak dipakai dalam industri makanan bayi dan makanan khusus orang-orang sakit.
- Sebagai obat tradisional yang berkhasiat menyembuhkan mencret, eksem, memperbanyak air susu ibu (ASI), dan menurunkan suhu badan yang terjangkit demam.
- Sebagai bahan pembuatan kosmetika, lem, dan minuman beralkohol.
- Air perasan umbi garut digunakan sebagai penawar racun lebah, racun ular, dan obat luka.
- Tepung garut diolah menjadi makanan tradisional seperti: keripik, cake pisang, gabes udang, kue lapis, kue semprit, cendol, siomay, kue kacang, kue putri salju, ongol-ongol, dan sebagainya.
Proses pembuatan tepung garut cukup mudah dilakukan. Rimpang yang baru dipanen kemudian dikupas kulitnya. Setelah dicuci bersih dengan air, lalu garut diparut dengan halus. Kemudian tambahkan air dengan perbandingan 1:2 (g/cc) ke dalam wadah garut yang telah diparut halus. Garut yang telah diparut dimasukkan ke dalam kain saring yang bersih, lalu diperas kainnya hingga menghasilkan filtrat (air saringan).
Filtrat (air perasan) kemudian didiamkan sampai terbentuk endapan. Air bagian atas dibuang dan endapan diambil lalu dijemur. Begitupun dengan garut yang telah diperas airnya yang terdapat pada kain saring, dikeringkan dengan cara dijemur di panas matahari. Pengeringan ini dapat juga dilakukan dengan memasukkan ke dalam oven hingga kadar air benar-benar tidak ada lagi.
Setelah benar-benar kering, tepung garut kemudian diayak, sehingga akan didapatkan tepung yang halus. Sisa yang belum halus kemudian ditumbuk ulang lalu diayak kembali. Tepung garut yang halus ini siap untuk digunakan sesuai dengan selera. Berbagai jenis makanan dapat dibuat dengan menggunakan tepung ini.
Perbandingan gizi tepung garut , beras giling dan tepung terigu dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Dengan karakteristik yang lebih mendekati tepung terigu tersebut, sesungguhnya tepung garut dapat dipergunakan sebagai alternatif untuk pengganti terigu dalam penggunaan bahan baku kue, mie, roti kering maupun bubur bayi, makanan diet pengganti nasi.
Hmmm… dari informasi yang saya dapatkan di atas, yakinlah saya bahwa makanan khas Indonesia yang satu ini bisa menjadi alternatif pengobatan bagi lambung . Karena saya menyukai rasanya dan ingin mencoba apakah benar bahan makanan ini benar-benar berkhasiat. Sudah dua minggu saya mengkonsumsi bubur garut setiap hari, hasilnya.. Alhamdulillah… dalam perjalanan ke luar kota dua hari yang lalu lambung saya aman… dikutip dari (http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2012/09/02/penyelamat-asam-lambung-itu-bernama-garut.html).
Jika anda kesulitan untuk mencari tepung garut, anda dapat mengganti tepung yang lebih baik dari tepung garut yaitu menggunakan Tepung Teratai
Atau dapat menghubungi saya:
H.Heni Johan,S.Pd
081804387846
PIN BBM: 79d5da47
https://plus.google.com/u/0/+HeniJohan
